Wisata Sejarah dan Budaya di Kota Tua Berat, Albania. Berat, kota kecil di tengah Albania selatan, sering disebut sebagai salah satu permata tersembunyi Eropa Balkan. Dengan julukan “Kota Seribu Jendela”, kota tua Berat telah ditetapkan sebagai situs warisan dunia UNESCO sejak 2008 berkat arsitektur Ottoman yang terawat luar biasa dan lanskap pegunungan yang dramatis. Di awal 2026, Berat semakin sering muncul dalam rekomendasi wisatawan yang mencari destinasi sejarah dan budaya autentik tanpa keramaian massal. Jalan-jalan berbatu sempit, rumah-rumah putih dengan jendela kayu besar, dan benteng abad pertengahan di atas bukit memberikan pengalaman yang terasa seperti melangkah mundur ke masa lalu. Berat bukan hanya kota bersejarah, tapi juga tempat hidup yang masih mempertahankan tradisi, masakan lokal, dan keramahan penduduk Albania yang hangat. BERITA BASKET
Arsitektur Ottoman dan Jendela Seribu yang Ikonik: Wisata Sejarah dan Budaya di Kota Tua Berat, Albania
Kota tua Berat terbagi menjadi dua bagian utama yang terpisah oleh sungai Osum: Mangalem di sisi barat dan Gorica di sisi timur. Mangalem adalah kawasan Muslim bersejarah dengan rumah-rumah bertingkat yang hampir menempel di lereng bukit. Ciri paling terkenal adalah jendela-jendela kayu besar yang menutupi hampir seluruh fasad rumah—disebut “jendela seribu” karena dari kejauhan terlihat seperti ribuan mata yang mengawasi. Rumah-rumah ini dibangun pada abad ke-17 hingga ke-19, dirancang agar sirkulasi udara baik di musim panas dan hangat di musim dingin.
Di Gorica, kawasan Kristen, arsitekturnya lebih terbuka dengan rumah-rumah batu putih dan gereja-gereja kecil yang tersembunyi di antara gang sempit. Kedua sisi kota terhubung oleh beberapa jembatan batu tua, termasuk jembatan Gorica yang ikonik. Berjalan kaki di antara gang-gang ini terasa seperti menjelajahi museum hidup—setiap sudut punya cerita, dari masjid bersejarah hingga gereja Bizantium yang masih digunakan. Penduduk lokal sering membuka pintu rumah mereka untuk wisatawan, menunjukkan interior tradisional lengkap dengan perabot kayu ukir dan karpet tenun tangan.
Benteng Berat dan Pemandangan dari Atas Bukit: Wisata Sejarah dan Budaya di Kota Tua Berat, Albania
Benteng Berat, atau Kalaja, adalah salah satu benteng abad pertengahan terbaik yang masih dihuni di Eropa. Dibangun sejak abad ke-4 SM dan diperkuat pada masa Ottoman, benteng ini berdiri di atas bukit 240 meter di atas permukaan laut. Pendakian ke atas memakan waktu sekitar 20-30 menit melalui jalan berbatu, tapi pemandangan dari atas sangat sepadan—seluruh kota tua terlihat seperti miniatur di bawah, dengan sungai Osum membelah dua kawasan dan pegunungan Tomorr di kejauhan.
Di dalam benteng masih ada sekitar 20 keluarga yang tinggal hingga kini, menjaga gereja-gereja Bizantium kecil dan reruntuhan masjid. Salah satu gereja paling terkenal adalah Gereja Dormition of the Theotokos yang menyimpan ikon-ikon berusia ratusan tahun. Dari benteng, matahari terbenam memberikan panorama yang dramatis—cahaya oranye memantul di jendela-jendela putih kota tua, menciptakan pemandangan yang sering disebut sebagai salah satu sunset terbaik di Balkan.
Warisan Budaya dan Kehidupan Lokal yang Masih Hidup
Berat bukan hanya tentang bangunan tua; budayanya masih sangat hidup. Penduduk setempat mempertahankan tradisi kerajinan tangan seperti tenun karpet, ukiran kayu, dan pembuatan perak. Di pasar kecil dekat jembatan Gorica, pengunjung bisa membeli souvenir autentik seperti syal tenun, perhiasan perak, atau minyak zaitun lokal. Masakan khas Berat juga patut dicoba—byrek isi daging, tave kosi (kambing panggang dengan yogurt), dan qofte (bakso Albania) sering disajikan di warung-warung sederhana dengan pemandangan sungai.
Festival tahunan seperti Festival Raki di musim gugur atau perayaan hari raya Ortodoks dan Muslim menampilkan musik tradisional, tarian rakyat, dan makanan lokal yang dibagikan gratis. Pengunjung bisa ikut serta dalam workshop membuat byrek atau belajar menenun karpet bersama warga lokal—pengalaman yang membuat kunjungan terasa lebih dari sekadar wisata biasa.
Kesimpulan
Berat menawarkan wisata sejarah dan budaya yang autentik dengan cara yang jarang ditemui di destinasi populer lainnya. Dari jendela seribu yang ikonik, benteng abad pertengahan yang masih dihuni, hingga kehidupan lokal yang masih mempertahankan tradisi, kota ini memberikan pengalaman mendalam tanpa keramaian massal. Air sungai Osum yang jernih, pegunungan di sekitar, dan keramahan penduduk menambah kesan bahwa Berat adalah tempat di mana masa lalu masih hidup dan bernapas. Di 2026, ketika wisatawan semakin mencari destinasi yang otentik dan tidak terlalu komersial, Berat semakin sering direkomendasikan sebagai salah satu kota tua terbaik di Eropa yang belum terlalu ramai. Jika Anda mencari perpaduan sempurna antara sejarah, arsitektur, dan budaya hidup, Berat adalah jawaban yang sulit ditolak.