pesona-asakusa-dan-kuil-sensoji-untuk-wisatawan

Pesona Asakusa dan Kuil Sensoji untuk Wisatawan

Pesona Asakusa dan Kuil Sensoji untuk Wisatawan. Di tengah Tokyo yang serba modern, Asakusa masih mempertahankan aroma Jepang era Edo dengan sempurna. Kuil Sensoji, kuil Buddha tertua di Tokyo yang berdiri sejak tahun 645, tetap jadi magnet utama. Tahun 2025 ini, jumlah wisatawan kembali melonjak, jalur Nakamise ramai seperti sebelum pandemi, dan beberapa renovasi kecil justru membuat area ini semakin fotogenik tanpa kehilangan jiwa tradisionalnya. BERITA BOLA

Rute Terbaik Menikmati Asakusa Sehari Penuh: Pesona Asakusa dan Kuil Sensoji untuk Wisatawan

Masuk lewat Gerbang Kaminarimon dengan lentera merah raksasa, langsung jadi pembuka dramatis. Jalan lurus 250 meter Nakamise dipenuhi toko suvenir, makanan tradisional, dan pedagang yang sudah turun-temurun. Pagi hari (sebelum pukul 10.00) adalah waktu terbaik—suasana masih tenang, antrean foto di gerbang sepi, dan ningyo-yaki serta kibi-dango masih hangat baru keluar dari cetakan. Sore hari cocok untuk yang suka keramaian dan ingin lihat lampu-lampu kuil menyala.

Ritual dan Spot Wajib di Kawasan Sensoji: Pesona Asakusa dan Kuil Sensoji untuk Wisatawan

Jangan lewatkan membersihkan tangan dan mulut di tempat air suci sebelum masuk gerbang Hozomon. Tarik omikuji (ramalan kertas) seharga 100 yen—kalau dapat “kyo” (nasib buruk), ikat di rak besi supaya sialnya tertinggal di kuil. Pagoda lima lantai dan aula utama Kannon-do yang baru direnovasi ringan terlihat semakin megah. Di sisi timur, taman kecil Demboin musim semi penuh sakura, musim gugur daun momiji—jarang dikunjungi turis besar, jadi terasa eksklusif.

Kuliner dan Belanja yang Tidak Boleh Dilewatkan

Coba tempura udang sebesar lengan di salah satu restoran tua di sebelah kuil, atau matcha soft cream dengan taburan emas di Nakamise. Manju kukus isi pasta kacang merah dan agemanju (gorengan manju) wajib dicicipi selagi panas. Untuk suvenir, yukata bekas pakai (mulai 1.000 yen), kipas lipat kayu, atau pedang kayu samurai untuk anak-anak selalu jadi buruan. Kalau ingin barang lebih premium, mampir ke toko kimono di jalan belakang kuil—banyak yang menyediakan sewa seharian dengan harga terjangkau.

Tips Praktis Berkunjung di 2025

Hindari akhir pekan dan hari libur nasional kalau tidak suka antre panjang. Gunakan stasiun Tobu Asakusa atau Tokyo Metro Ginza Line—keduanya hanya 2 menit jalan ke gerbang utama. Tiket masuk kuil gratis, tapi siapkan koin kecil untuk sumbangan dan omikuji. Musim panas sangat terik, bawa payung atau topi; musim dingin angin dari sungai Sumida cukup menusuk, pakai jaket tebal. Terakhir, hormati aturan foto—beberapa area dalam aula utama dilarang memotret dengan flash.

Kesimpulan

Asakusa dan Sensoji menawarkan perpaduan langka: sejarah ribuan tahun, suasana kuil yang damai, dan keramaian pasar tradisional dalam satu lokasi. Di sini kamu bisa merasakan Tokyo yang dulu sekaligus yang sekarang, tanpa perlu jauh-jauh dari pusat kota. Satu hari cukup untuk jatuh cinta, tapi banyak yang akhirnya kembali lagi dan lagi. Kalau hanya punya waktu terbatas di Tokyo, pastikan Asakusa masuk daftar teratas—dijamin tidak akan menyesal.

BACA SELENGKAPNYA DI…

More From Author

pengalaman-wisata-budaya-yang-unik-di-bali

Pengalaman Wisata Budaya yang Unik di Bali

wisata-santai-dan-kuliner-malam-di-taman-bungkul

Wisata Santai dan Kuliner Malam di Taman Bungkul

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *