Destinasi Ikonik Medan yang Wajib Dikunjungi Wisatawan. Di akhir 2025, Medan tetap jadi pintu gerbang Sumatera yang nggak pernah kehilangan pesona. Kota ini campur aduk: gedung kolonial berdiri di samping masjid megah, pasar tradisional ramai di sebelah mal modern, dan semua orang bicara dengan logat santai yang langsung bikin nyaman. Bukan cuma tempat transit ke Danau Toba atau Bukit Lawang, Medan sendiri punya banyak spot ikonik yang wajib masuk bucket list. Ini daftar yang selalu jadi favorit wisatawan, dari pagi sampai malam. BERITA BOLA
Bangunan Bersejarah yang Masih Gagah: Destinasi Ikonik Medan yang Wajib Dikunjungi Wisatawan
Mulai dari pusat kota: Istana Maimoon yang dibangun tahun 1888 masih berdiri megah dengan 30 ruangan dan arsitektur Melayu-Islam yang penuh ukiran. Masuk ke dalam, kamu bisa lihat singgasana sultan, foto keluarga kerajaan, dan koleksi pakaian adat—cuma 5 menit dari Merdeka Walk. Masjid Raya Al-Mashun di sebelahnya, dibangun 1906, punya kubah hitam khas dan interior marmer Italia yang sejuk. Pagi atau sore paling pas buat foto, cahayanya bagus dan nggak terlalu ramai. Gedung London Sumatra di Jalan Balaikota, kantor perkebunan era Belanda yang masih dipakai sampai sekarang—arsitektur putih bersih dengan jendela besar, cocok buat yang suka foto vintage.
Tempat Nongkrong dan Belanja yang Hidup: Destinasi Ikonik Medan yang Wajib Dikunjungi Wisatawan
Kalau mau merasakan Medan yang hidup: Merdeka Walk di lapangan Merdeka jadi pusat kuliner malam—puluhan gerobak makanan dari sate sampai martabak, lampu warna-warni, dan live music tiap akhir pekan. Pasar Petisah dan Pasar Ikan Lama buka dari subuh sampai sore—di sini kamu bisa lihat ikat kepala Batak, kain ulos, sampai durian musiman langsung dari pohon. Tawar sampai dapat harga terbaik, orang Medan suka kalau pembeli ramah. Kesawan jadi “old town” Medan yang lagi hits—bangunan tua dicat warna-warni, kafe-kafe kecil, mural, dan toko suvenir. Malam hari lampunya cantik, cocok buat jalan kaki sambil ngopi.
Alam dan Ikon Modern di Pinggir Kota
Jangan lupa keluar sedikit dari pusat: Taman Ahmad Yani atau lebih dikenal Taman Beringin, punya pohon beringin raksasa yang sudah ratusan tahun—tempat favorit joging pagi atau foto prewed. Graha Maria Annai Velangkanni, gereja Katolik bergaya Indo-Mogul yang warna-warni seperti kuil India—arsitekturnya unik banget di Indonesia, buka untuk umum dan ramah foto. Dan kalau waktu longgar, Rahmat Gallery di pinggir kota punya museum satwa langka yang diawetkan dengan teknik canggih—dari harimau Sumatera sampai burung cenderawasih, bikin anak-anak dan dewasa sama-sama takjub.
Kesimpulan
Medan bukan kota yang cuma dilewati—ia kota yang harus dirasakan langsung. Dari istana sultan sampai pasar ramai, dari masjid berusia seabad sampai gereja warna-warni, semuanya berdampingan dengan santai. Datang dengan sepatu nyaman, perut kosong, dan kamera penuh baterai—karena di sini setiap sudut punya cerita, dan setiap cerita selalu berakhir dengan “besok aku balik lagi deh”. Selamat jalan-jalan, dan sampai kamu jatuh cinta sama Medan seperti jutaan orang sebelumnya!